Minggu, 04 Desember 2011

KISAH YANG LALU #CERPEN

Masih teringat jelas bagaimana hari2ku yg selalu kulalui dengan kalian berdua. Dengan canda, tawa, dan kadang air mata. Kalian berdua adalah orang yg sangat berharga dalam hidupku. Tapi sekarang semua telah berubah. Kusandarkan kepalaku pada dada bidangnya. Kurasakan tangannya kini membelai lembut rambutku. Semua kenangan itu…….



*********

Flashback on


“ag buruan…. Udah telat nih…” teriak kakakku dr luar kamar mandi.
“iya iya….ini udah selesai kok,” seruku dr dalam kamar mandi. Dan tidak lama kemudian akupun telah selesai mandi.
“lama banget sih kamu, ag!”protesnya.
“yee, lagian siapa suruh ka ify bangunnya kesiangan :p”cibirku



Kini aku dan ka ifypun keluar dr kamar dan langsung menuju meja makan untuk sarapan. Kulihat ayah dan bunda yang sepertinya sudah menunggu kami.

“pagi yah, bun….:)”sapa kami, lalu duduk dan mulai mengambil sehelai roti dan diolesi(?) dgn selai.
“pagi jg sayang J” jawab bunda dan ayah.
“hey, kalian jgn terlalu lambat mengunyah makanannya. Lihat didepan pangeran-pangeran kalian telah menunggu!!!”peringat ayah. Aku dan ka ifypun sejenak berhenti mengunyah makanan kami lalu saling pandang dan…
“yah, agni berangkat…. Bun agni berangkat…”pamitku lalu dikuti ka ify.
Aku dan ka ifypun langsung berlari keluar, dan benar saja didepan sudah ada cakka dan ka rio yg sudah menunggu kami. (cakka pacar agni dan  sudah lama menjalin hubungan semenjak SMA kelas1. Rio pacarnya ify(kakaknya agni) dan sudah lama menjalin hubungan sama seperti cakka dan agni. Rify satu angkatan dan cagni satu angkatan jadi beda satu tahun gitu. Makannya agni manggil rio dgn sebutan ka rio. #ribetdah)

Sekedar info tentang aku dgn ka ify. Kami berdua itu cukup, eh ralat ..sangat dekat. Aku begitu menyayanginya. Aku sangat berharap bahwa selamnya aku bisa bersama dengannya. Kenapa aku bisa bicara seperti itu? Pasti kalian bingung bukan?. Biar kuceritakan, sebenarnya ka ify satu tahun yg lalu difonis oleh dokter bawa ia terkena leukemia. Dan tentu kalian tau tentang penyakit itu, tidak banyak yg bisa selamat karena penyakit itu. Dan aku takut nanti ka ify akan meninggalkanku. Semakin hari kondisi fisik ka ify dibilang semakin lemah tapi hebatnya ka ify tdk memperlihatkan semua itu pada kami semua. Dia tdk ingin melihat kami sedih karena memikirkannya. Aku sangat beruntung ka ify mempunyai ka rio yg sangat menyayanginya. Ka rio bisa menerima bagaimanapun kondisi ka ify sekarang. Dan aku berharap tdk aka nada yang berakhir.


**********


Kini kami berempat telah berada didepan kampus. Sudah menjadi kebiasaan kami berempat setelah sampai kampus langsung pergi kekantin. Karena menurut kami, kantin adalah tempat tonkrongan yg palin tepat untuk ngobrol dll.
Sekarang kami telah sampai dikantin kampus. Hmmm…. Rupanya kantin agak penuh. Tapi tunggu! Aku masih bisa menemukan  tempat yg cukup untuk kami berempat.


“wah gak sabar nih nunggu minggu depan….senangnya….”ujar cakka.
“dan aku lebih senang lagi karena pertunangannya dibarengin deh sama kario dan kaify…”ujarku.
“kalian tu semuanya selalu bersama…”cibir ka rio padaku dan ka ify.
“biarin :p…. kan kita sehati… ” balasku. “iyakan ka?”tanyaku pada ka ify. Tapi tunggu, aku seperti melihat sesuatu yg berbeda dr ka ify. Yah wajah ka ify terlihat begitu pucat dan…… darah yg mengalir dr hidung ka ify. Akupun langsung menghampiri ka ify yg duduk dihadapanku. Ka rio yg bingung dgn sikapku langsung menghadapkan tubuhnya ke ka ify yg berada disampingnya itu.
“ka, ka ify kenapa? Kaka pucat…”tanyaku cemas.
“fy, kita kerumah sakit yah…?” ajak ka rio yg sepertinya sangat khawatir.
“gak usah rio, kalian tuh kenapa sih? Aku gpp kok.. mungkin karena aku tadi pagi lupa minum obat aja,,,” ujar ka ify sambil mengusap darah dgn tisu yg kuberikan tadi.
“apa? Ka ify lupa minum obat? Kan sudah agni  peringatin sama kaka, supaya meminum obatnya.”
“iya, maafin kaka ya J, kaka janji gak akan lupa lg.”
“yasudah mending sekarang kamu pulang yah, istirahat dirumah… aku gak mau kamu kenapa-napa….”tutur  ka rio dan diangguki oleh ka ify. Mungkin ka ify tau kalau dia menolak pasti aku terus ngomel-ngomel ceramahin dia. Huft… aku sangat takut kehilanganmu….



**********



Anginnya begitu sejuk kurasakan.. ombak yg terus bwrkejaran. Yah aku dan cakka kini sedang berada dipantai. Sepulang dr kampus cakka mengajakku dipantai. Padahal aku ingin buru-buru bertemu dgn ka ify, aku begitu cemas dgn keadaannya. Tapi cakka malah menelfon ka ify untuk izin membawaaku kepantai. Dan ka ify mengizinkannya dan dia bilang kalau keadaannya sudah tdk apa2 dan tdk perlu khawatir. Jadilah skrng aku mengikuti ajakan cakka untuk kepantai.



“Ag, ada yg mau aku omongin sama kamu..”ucap cakka memecah keheningan. Akupun langsung bangkit dr posisiku yg sedang bersandar pada dada cakka kemudian menghadapnya.
“apa?” tanyaku.
“nanti lusa, hari senin aku akan keparis untuk menengok omaku yg sedang sakit disana….”jelas cakka.
“berapa lama? Senin depankan kita tunangan….”tanyaku.
“aku gak bakal lama kokJ hari rabu aku pulangJ bolehkan?”
“boleh kok. Tapi janji yah jangan lama-lama “
“iyaa maniiis… aku gak lama kok…” ini yg tdk aku suka, dia selalu gemas mencubit hidungku.
“aww… ah cakkaa… sakit tau u,u”
“tambah gemes deh kalau lg cemberut gini…”godanya lalu mulai menggelitiki tubuhku. Dan membuat tubuhku meliuk-liuk saking gelinya dan, Hap! Sekarang kutangkap tangannya dalam keadaan berhadapan denganya, wajahnya begitu dekat dengan wajahku. My God! Kurasa pantai mulai sepi karena hari semakin gelap dan kulihat cakka mulai mendekatkan wajahnya kewajahku. Akupun perlahan mulai menutup mataku. Kurasakan bibirku dan bibirnya bertemu lalu dgn lembut dia lumat bibirku. Antara sadar dan nggak, akupun membalas. Sehingga kamipun saling melumat #iiuhh bibir satu sama lain untuk waktu yg lumayan lama. Dan begitu ciuman berakhir, nafas kamipun tersengal-sengal. Kami bagi habis berlari puluhan kilometer jauhnya. Kemudian kami sama-sama tersenyum dgn mata saling pandang penuh arti.
“ I love you”bisiknya
“ I love you to J” balasku.



*********


 Ify P.O.V


“gimana dok?” tanyaku pada dokter.
“kondisi fisikmu semakin menurun”jelas sang dokter.
“berapa hari lagi kesempatan itu dok?”tanyaku selanjutnya.
“kurang lebih 4hari lagi,”

JDEERR”seakan ada benda tumpul yg menghantam hatiku begitu keras. 4hari lagi? Bukankan itu hari dimana aku akan bartunangan dgn rio, apa yg harus kulakukan? Tuhan…
“kalau begtu terimakasih dok, permisi…” akupun keluar dr ruangan dokter dgn air mata yg terus mengalir. Yg bisa kulakukan hanya memanfaatkan sisa hari-hariku dgn baik.


*****

Aku begitu bingung ketika sampai dirumah. Kenapa aku perti mendengar tangisan agni dr kamarnya. Dan kulihat ayah keluar dr kamar agni dgn raut wajah yg begitu sedih? Aku semakin penasaran , akupun langsung berlari menuju kamar. Dan aku tdk percaya dgn apa yg aku lihat. Aku melihat agni menangis dan bunda yg berusaha menenangkan agni. Bundapun menoleh kearahku dan mendekatiku.

“tenangkanlah adikmu.” Ucap bunda.
“sebenarnya apa yg terjadi pada agni bun?” tanyaku.
“kecelakaan pesawaat telah membuatnya kehilangan cakka,,,”jelas bunda
“maksud bunda, cakka…..”bundapun mengangguk. Akupun menoleh kearah agni yg terus menangis karena kehilangan kekasihnya itu. Kasihan sekali kamu dek,,. Akupun langsung duduk disamping agni dan merengkuh tubuhnya kedalam pelukanku. Sangat kurasakan tubuhnya bergetar hebat.
“kamu sabar ya ag…” akupun mulai menenangkannya dan air matakupun mengalir karena tak sanggup melihat adik yg begitu kusayangi seperti ini.
“cakka ka…hiks hiks di..dia udah janji untuk pu..pulang hiks ta..tapi kenapa dia hiks hiks pergi ninggalin ag..agni ka…kenapa?....”
“kamu gak boleh begini ag, cakka pasti sedih liat kamu terus menangis karenanya. Kaka tau cakka paling gak suka liat gadis yg dicintainya menangis seperti ini, ikhlasin cakka ya sayang… setiap pertemuan pasti ada perpisahan dan itu sudah digariskan oleh Tuhan untuk kita.”



********


AGNI P.O.V

2hari kemudian
Waktu 2hari kurasa cukup untukku menenangkan perasaanku akibat 2hari yg lalu. Kini mulai kucoba untuk bangkit dr keterpurukanku dan mencoba untuk tersenyum kembali. Dan aku tdk mau di acara pertunagan, tentunya bukan lg acara pertunanganku tp pertunangan ka ify dgn ka rio terlihat sedih. Tapi entah kenapa aku merasa  kondisi ka ify semakin lemah setiap harinya. Aku tidak ingin nasib ka rio dan ka ify sama seperti aku dan cakka. Cukup aku yg merasakan, jgn mereka.

*********
2hari kemudian

Hari yg ditunggu-tunggupun akhirnya tiba yaitu pertunangan ka ify dan ka rio.

“ka ify cantik…”ujarku yg berada dibalakangnya.
“kamu jg cantik ko J” tutur ka ify.
“kita turun yuk ka, dibawah pasti sudah banyak yang menunggu. Apalagi ka rio…”godaku. Ka ifypun mencoba berdiri da kuperhatikan tubuhnya oleh dan hamper terjatuh kalau aku tdk menopangnya.
“kaka kenapa?”tanyaku khawatir
“ah kaka tdk apa-apaJ ayo kita turun,” ajaknya.


IFY P.O.V

Kulihat sepertinya agni khawatir padaku. Ketika agni ingin menanyakan yg macam-macam langsung saja kualihkan pembicaraan.
Kini aku sudah berada dilantai bawah tempat dimana akan dilangsungkannya pertunanganku, tp mungkin saja bukan.
Dan sekarang mungkin acara yg ditunggu-tunggu yaitu penyematan cincin. Kini aku mulai menyematkan cincin pada jari rio. Dan sekarang giliran rio yg akan menyematkan  cincin ke jariku. Tapi aku merasa kepalaku begitu sakit dan mengalir cairan merah dr hidungku… tubuhkupun kehilangan keseimbangan sehingga membuatku terjatuh dan rio terlihat begitu cemas denganku. Kini tubuhku berada dipangkuan rio dan disamping kiriku ada agni yg sudah menangis melihat keadaanku.
“ka, ka ify harus kuat…”tutur agni dgn suara yg sedikit bergetar karena tangisnya.
“ka..kamu gak boleh nangis yahJ kaka su..sudah tdk kuat la..lagi ag. Agni kaka pernah janji sa..sana kamu, ka..kalau ini a..kan tetap menja.jadi hari pertungan kamu kan?” agnipun menggangguk. Lalu menoleh kerio yg sudah meneteskan air matanya.
“ri..rio..kamu mau mengabulkan per..permintaan terakhirku?”dan riopun mengangguk.
“sematkanlah cin..cin itu ke ja..jari agni..”pintaku padanya.
“tapi ka?” protes agni.
“kaka gak ma..mau kamu ja..jatuh ke tangan yang salahJ.  Yo, aku percaya sama ka..kamu, kamu bisa menjaga agni dgn ba..baik. sekarang sematkanlah cincinnya,”
“maafkan aku fy :*” setelah rio mencium keningku, iapin mulai menyematkan cincin itu pada jari agni. Akupun menyatukan tangan mereka dan perlahan tenagaku mulai habis dan tangankupun merosot dan sekang aku pergi….:)




Flashback off

AGNI P.O.V
Dan sejak hari itu  adalah tunanganku. Satu tahun sudah  aku menjadi tunangan ka rio. Ka rio begitu perhatian padaku.
Dan kini ku lihat bayangan ka ify dan cakka diawan sedang tersenyum melihat kami lalu bayangan itu hilang. Lalu akupun tersenyum.

“mereka pasti bahagia diatas sana”ujar seseorang yg berada disampingku saat ini.dia ka rio.
“iya,selamanya mereka akan tetap dihati kita J“tuturku.
“yg dulu adalah  KISAH YANG LALU dan melangkah untuk KISAH YANG BARU J”ucap kami bersamaan.
“ag, kita pulang yuk, hampir gelap J”ajak kario. Akupun bangun dari sandaranku tadi  lalu berjalan beriringan dgn kario. Ia lingkarkan tangannya pada pinggangku begitu jg denganku.



End_

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar